AI Smart Camera Crowd Analytics

KK Elektronika Bekerja sama dengan KK Perencanaan dan Perancangan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan mengembangkan produk AI Smart Camera Crowd Analytics. Team KK Elektronika dipimpin oleh Prof. Trio Adiono. Produk yang dikembangkan adalah sebuah sistem AI Smart Camera Crowd Analytics yang berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini dapat digunakan untuk mengambil data dan menganalisis tingkat kepadatan dan pergerakan orang maupun kendaraan. Idealnya, sistem ini tersebar di seluruh sudut kota untuk menghasilkan data yang lebih komprehensif. Gambar 1 menunjukkan ilustrasi dari sistem AI Smart Camera Crowd Analytics yang menunjukkan tingkat keramaian pada area-area tertentu. Dengan memanfaatkan sistem ini, informasi mengenai tingkat kepadatan suatu lokasi yang menarik pergerakan orang, seperti universitas atau stasiun, akan didapat secara real-time.

Ilustrasi Crowd Analytics System Menggunakan Smart Camera.

Gambar 1: Ilustrasi Crowd Analytics System Menggunakan Smart Camera.Ilustrasi Crowd Analytics System Menggunakan Smart Camera.

Sistem AI Smart Camera Crowd Analytics ini memiliki kasus penggunaan yang luas. Praktisi perencana perkotaan dan Pemerintah Daerah dapat mengintegrasikan sistem ini dengan infrastruktur CCTV mereka untuk mendapatkan informasi keramaian dan pergerakan penduduk secara realtime untuk membuat kebijakan perkotaan yang lebih dinamis dan adaptif. Selain instansi pemerintahan, sistem ini juga dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk menganalisis keramaian untuk pemasangan iklan yang lebih efektif. Tambahan lagi, masyarakat secara umum juga dapat memanfaatkan informasi keramaian yang tersedia untuk menghindari lokasi-lokasi dengan tingkat kerumunan tinggi, yang mana sangat esensial di masa pandemi seperti ini. Sehingga alat ini dapat digunakan untuk mengamati Social Distancing.

Sistem kamera dengan pendeteksi objek yang digunakan dalam sistem ini mengambil konsep dari sistem terdistribusi, di mana tugas kalkulasi dilakukan tidak dalam satu tempat namun dibagi ke beberapa perangkat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 3. Seperti yang terlihat pada gambar, masing-masing kamera dilengkapi perangkat yang disebut dengan embedded AI (edge device) atau kecerdasan buatan yang tertanam untuk mendeteksi objek pada gambar yang ditangkap oleh kamera. Dengan pengaturan seperti ini, pendeteksi objek hanya perlu mengirimkan data berupa hasil deteksi ke server untuk disimpan. Penghematan bandwitdth dan memori dapat dilakukan karena tidak perlu mengirim gambar dengan ukuran yang jauh lebih besar. Kemudian, karena tidak ada gambar yang dikirim, maka privasi orang-orang dapat lebih terjaga.

Kamera dengan pendeteksi objek yang terdistribusi

Kamera dengan pendeteksi objek yang terdistribusi

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *