Struktur Industri Telepon Seluler

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mustofa Widjaja, menunjukkan pesawat telepon seluler (ponsel) buatan Indonesia

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mustofa Widjaja, menunjukkan pesawat telepon seluler (ponsel) buatan Indonesia

Baru-baru ini diberitakan bahwa di Batam sudah diproduksi smartphone 4G pertama di Indonesia.

Seperti apakah proses produksi sebuah smartphone itu?

Proses membuat sebuah telepon seluler / ponsel sebenarnya kompleks. Supaya mendapat gambaran berikut ini adalah diagram yang sudah disederhanakan dari proses pembuatan telepon seluler, baik yang kelas biasa maupun yang jenis smartphone.

Value Chain Industri Telepon Seluler

Value Chain Industri Telepon Seluler

Diagram ini dikenal sebagai diagram ‘value chain‘ / rantai nilai.

Dari diagram tersebut, sekurang-kurangnya ada 5 pihak yang terlibat dalam proses pembuatan sebuah smartphone:

  1. Chipset Vendor
  2. Design House
  3. Manufacturer / Pabrikan
  4. Brand Owner / pemilik merek
  5. Distributor

Chipset Vendor

Dalam setiap ponsel ada komponen utama yang disebut sebagai ‘chipset’. Chipset ini umumnya terdiri dari sebuah prosesor untuk aplikasi dan chipset untuk menangani radio. Chipset ini pada ponsel mutakhir rata-rata sudah dibuat dengan teknologi ‘System On Chip‘ supaya dapat lebih kecil dibandingkan rangkaian terintegrasi biasa.

Pihak ‘chipset vendor’ adalah pihak pembuat rangkaian terintegrasi /chip utama yang dipakai di smartphone tersebut. Contoh chipset vendor ini di antaranya adalah MediaTek, Qualcomm, and Spreadtrum. Chipset vendor ini biasanya memproduksi berbagai chipset untuk macam-macam keperluan, contohnya chipset yang dibuat oleh Qualcomm dapat dilihat di: http://www.qualcomm.com/chipsets

Contoh bentuk fisik chipset adalah sebagai berikut (sumber Anandtech).

Chipset Qualcomm MDM9600

Chipset Qualcomm MDM9600

Setiap jenis chipset ini dapat dipakai untuk berbagai macam produk yang berbeda-beda. Untuk mencapai skala ekonomis, setiap jenis chipset ini mesti diproduksi dalam jumlah 1 juta ke atas.

Contoh chipset vendor lokal Indonesia adalah Xirka yang antara lain membuat  chipset smartcard.

chipset produksi Xirka

Chipset produksi Xirka

Setiap pembuat chipset membuat contoh rangkaian untuk produknya yang dinamakan ‘reference design‘. Reference design ini menjadi referensi bagi pihak Design House untuk membuat rancangan mereka.

Biaya chipset dalam sebuah ponsel ini cukup dominan, antara lain dapat dilihat di beberapa artikel berikut ini:

Komponen Lain

Sepertinya seperti kamera, display and touchscreen, application processor, memory, RF module, power management, antena, battery, mic, speaker dan komponen aktif pasif yg kecil-kecil.  Yang ini banyak source nya … dan sering menjadi penentu feature antar ponsel. Misal kapasitas battere nya diperbesar, kamera pixel nya ditinggikan (8 MP, 13 MP, dsbnya), mic & speaker (menentukan kualitas hifi nya, misal di iphone).

Design House

Design House bertugas melakukan perancangan/desain dari ponsel, seperti disain tata letak sirkuit (PCB), disain produk, disain antar muka pengguna (user interface), kustomisasi software. Design House bekerja berdasarkan ‘reference design’ yang diterbitkan oleh chipset vendor, dan melakukan modifikasi sesuai dengan pesanan dari brand owner.

Design house ini lah yang biasanya menentukan komponen mana yg mau digunakan dalam sebuah ponsel. Jadi Design House ini yang dapat menumbuhkan Industri Komponen di sebuah negara, karena demand komponen itu ditentukan oleh Design House ini.

Dalam pembuatan ponsel 4G tersebut, yang menjadi Design House adalah PT Tata Sarana Mandiri (TSM) yang berkedudukan di Jakarta.

Skala ekonomis design house adalah 500 ribu, artinya desain yang dibuat oleh design house mesti dibuat sampai 500 ribu unit supaya menghasilkan keuntungan / break even.

Manufacturer / Pabrikan

Manufacture, sering disebut EMS (Electronics Manufacturing Services) ini yg melakukan produksi baik perakitan (Semi Knocked Down), Completely Knocked Down, hingga komponen (biasanya casing, metal frame yang relatif mudah dibuat).  Contoh perusahaan EMS yang terkenal Foxconn, yang lokal Indonesia antara lain PT Sat Nusapersada, PT Hana Master Jaya, PT Hartono Istana Teknologi, PT Panggung Electric Citrabuana.

PT Sat Nusapersada

PT Sat Nusapersada di Batam

Kantor PT Sat Nusapersada

Kantor PT Sat Nusapersada

Brand Owner / Pemilik Merek

Brand Owner adalah pemilik merek, contohnya yang terkenal dari luar negeri Apple, Blackberry, sedangkan yang lokal Mito, Evercross, Advan, Polytron dan sebagainya. Mereka tugasnya melakukan “brand awareness”. Pemegang merek ini banyak mengeluarkan uang untuk marketing. Ponsel merek lokal rata-rata melakukan produksi di Republik Rakyat Tiongkok.

Apel betulan

Ini foto apel betulan, bukan merek Apple

Distributor

Distributor berperan mendistribusikan ponsel sampai ke konsumen. Di Indonesia distributor ini umumnya importir. Biasanya bekerja untuk pemegang merek baik lokal maupun internasional. Jadi ponsel Apple, Blackberry, dan sebagainya itu masing-masing ada distributor lokalnya yang melakukan proses importir dan menyebarkan ke retailer di Indonesia.  Contohnya, Era Jaya dan sebagainya.

Skala ekonomis dari distributor adalah 10 ribu ponsel.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai aliran produksi dari sebuah telepon seluler. Hal yang belum terjawab adalah di antara sekian proses tersebut, manakah yang dimaksud dengan ‘Indonesia sudah memproduksi smartphone 4G’? Ini bakal menjadi tajuk artikel berikutnya.

Referensi

This entry was posted in Industri Elektronika. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *